MALANG – Kota Malang kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi sport tourism unggulan melalui gelaran MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026 yang berlangsung meriah pada Minggu (26/4/2026) pagi.
Banyak pelari yang hadir dengan mengenakan kostum unik, seperti wayang, Indian hingga replika bus J99. Para artis seperti Happy Asmara. Gilga Sahid hingga pesepbola nasional Atep juga ikut serta.
“Saya mulai lari Ketika di Tokyo, ini ikut 5K, atmosfir di Malang menyenangkan sekali,pelaksanaannya sangat professional,” tegas Atep.
Sebanyak 7.000 pelari dari berbagai daerah tumpah ruah memadati jalanan protokol untuk berkompetisi dalam tiga kategori utama, yakni 21K, 10K, dan 5K.
Momentum kebangkitan olahraga atletik di Bumi Arema ini ditandai dengan prosesi flag off kategori utama 21K yang dilepas langsung oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, tepat pada pukul 04.45 WIB.
Daya tarik utama dari ajang tahun ini adalah pemilihan rute yang secara khusus mengeksplorasi estetika kawasan heritage Kota Malang.
Para peserta mengawali langkah dari ikon pusat pemerintahan di Balai Kota Malang dan memacu adrenalin melintasi deretan gedung-gedung kolonial yang masih berdiri kokoh dengan arsitektur khas masa lalu.
Suasana sejuk khas pegunungan dan topografi jalanan yang dinamis memberikan tantangan tersendiri sekaligus pengalaman visual yang memanjakan mata bagi 3.500 pelari di kategori half marathon serta ribuan pelari lainnya di kategori jarak pendek.
Kehadiran masyarakat lokal menambah energi positif di sepanjang lintasan melalui keberadaan cheering zone yang tersebar di berbagai titik strategis.
Pemkot Malang sengaja melibatkan perwakilan dari seluruh kelurahan untuk memberikan semangat kepada para pelari, di mana aksi kreatif warga di zona penyemangat ini juga masuk dalam kategori yang dilombakan.
Keramaian tersebut mengiringi perjalanan pelari hingga menyentuh garis finis di Stadion Gajayana, yang menjadi saksi penutupan perhelatan olahraga akbar ini.
Aspek keselamatan menjadi perhatian serius penyelenggara dengan penempatan sembilan titik water station setiap 2,5 kilometer yang didukung penuh oleh tim medis dan armada ambulans siaga. Ketua
Penyelenggara, Gilang Widya Pramana, menekankan pentingnya bagi setiap pelari untuk mengenali batas kemampuan fisik masing-masing di tengah antusiasme kompetisi.
“Ini adalah pembuktian dari latihan yang telah dilakukan selama ini. Berlarilah sesuai kemampuan diri. Tidak perlu memaksakan jika merasa tidak nyaman. Tetap semangat, jaga kesehatan, dan finish strong,” pesannya saat memberikan motivasi kepada para peserta.
Dukungan serupa datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang berharap ajang ini dapat memberikan dampak domino terhadap sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM di wilayah Malang Raya.
Wali Kota mengajak para pelari untuk tidak sekadar berkompetisi, namun juga menikmati keramahtamahan dan kuliner lokal usai mencapai garis finis.
“Selamat berlari dan menikmati udara sejuk Kota Malang. Jaga keamanan diri dan tidak perlu memaksakan diri. Kami juga mengajak peserta untuk turut meramaikan UMKM Kota Malang,” ujarnya di sela-sela acara.
Melalui sinergi antara olahraga, pelestarian sejarah, dan pemberdayaan ekonomi, Malang Half Marathon 2026 diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin tahunan yang prestisius.
Selain mempromosikan gaya hidup sehat, kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan tata kota bersejarah Malang kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat roda perekonomian daerah melalui kunjungan wisatawan olahraga.